Wednesday, December 31, 2014

Pantai Kusik, Pantai Indah dan Penduduk Yang Bersahabat

Aku terusik untuk membongkar catatan lama tentang pantai Kusik ini ketika melihat twit dari @liburanlokal yang me-retwet postingan @wisataanambas yg menggunakan fotoku
Catatan ini merupakan penggalan dari cerita tentang perjalananku menyusuri Natuna dan Anambas (waktu itu Anambas masih masuk kabupaten Natuna) di Mei - Juni 2007 lalu yg tidak pernah selesai kurapihkan. sebuah catatan





Letung, 16 Mei 2007

Hari ini hari Rabu, tapi bukan hari Rabu seperti biasanya, Rabu ini kami di Letung, Pulau Jemaja. Suatu pulau yang entah disengaja atau tidak oleh Tuhan, dianugerahi alam yang indah,  rancak! Pantai-pantainya bikin orang betah berlama-lama. Tenang, sunyi, alami, masyarakatnya yang hangat dan masih kuat kekeluargaannya. Jujur aja, hatiku tertambat di sini. Apalagi setelah aku melihat bagaimana indahnya pantai Kusik. Ini pantai seperti diciptakan oleh Tuhan di kala hatinya sedang berbunga-bunga. Pantai yang landai, airnya yang jernih berwarna hijau, seakan memanggil untuk segera mencumbui kesejukannya. Kalo tidak ingat waktu terbatas, mungkin aku sudah terjun ke airnya yang jernih itu. 
Sebelumnya  Pantai Kusik ini sama sekali tidak masuk dalam daftar objek yang akan kami kunjungi dalam rangka pemetaan potensi wilayah Anambas. kebetulan pagi itu ketika sedang sarapan di pasar Letung, kami bertemu dgn Anis, seorang pemuda Letung yang punya banyak mimpi untuk memajukan daerahnya. dari obrolan tersebut, tercetuslah informasi dari Anis tentang keberadaan suatu pantai yang indah berada di utara Jemaja. rasa penasaran kami menggiring naluri berpetualan untuk mencari dimana pantai Kusik tersebut. Padahal jam 14.00 WIB kami sudah ada janji untuk mendatangi tempat pak Adnan untuk meliput tentang kesenian Gubah

Friday, December 5, 2014

Anak Gembel Dieng, Mitos, Eksistensi dan Realita

skripsi S1 Antropologi karya Yudi Febrianda dengan judul : 

"Mitos Anak Gembel di Dataran Tinggi Dieng", 2003

silahkan menggunakan isinya untuk kepentingan akademis, penulisan, dll asal mencantumkan sumbernya

Ki Temenggung Kolodete atau Kyai Kolodete


     Sifat “aeng” yang melekat (inherent) pada nama “Dieng” tidak hanya didominasi oleh ajaibnya fenomena alam dan peninggalan bersejarah situs komplek percandian Dieng saja. Akan tetapi juga “Ke–aeng–an” atau “keanehan” terlihat pada bentuk rambut anak-anak Dieng yang berjalin-jalin membentuk ikatan yang saling melekat keras tidak mudah diurai, yang oleh masyarakat Dieng disebut “gembel” atau “gimbal”.
      Warna rambut anak-anak itu berwarna coklat, dan bila bentuk dan warna rambut anak itu kita amati, ternyata mengesankan rambut yang tidak terurus dan tidak terawat baik, mirip dengan gaya rambut bintang sepak bola kenamaan Belanda, Ruud Gullit.  Namun “gaya” rambut anak-anak Dieng bukan buatan tetapi alami.  Fenomena rambut gembel ini hanya dapat ditemukan pada masyarakat Wonosobo dan masyarakat yang hidup di lereng Gunung Sundoro.