In Opini Sepakbola

Nothing is Impossible if You and Me Became Us

Babak perdelapan final Liga Champion 2016-2017 antara Paris Saint Germain vs Barcelona, pada pertandingan pertama dimana PSG jadi tuan rumah, berhasil menghancurkan sang tamu Barcelona dgn skor 4-0. Dalam kondisi seperti ini, jika Barca ingin lolos, pilihannya harus menang dgn skor lebih dari 4-0 atau harus bisa bikin gol dgn selisih 4 gol pada pertandingan kedua di NouCamp, Barcelona. Hampir semua pengamat mulai dari yg profesional sampai yg kelas warung kopi dgn analisa sakalamak paruiknyo sajo, mem-vonis bahwa Barcelona sudah 99% dipastikan tidak akan lolos ke babak berikutnya.

Pertandingan kedua pun akhirnya berlangsung di NouCamp. sempat terbit harapan ketika Barca berhasil menyarangkan gol sampe 3-0. namun harapan yg sempat muncul tersebut kemudian kembali dihantam oleh sebuah gol dari Edison Cavani utk PSG. Skor berubah menjadi 3-1 dgn aggregate 3-5 masih utk PSG. Barca harus mencetak minimal 3 gol dan jgn sampai kebobolan satu gol tambahan dgn sisa waktu yg tidak banyak lagi. Ter Stegen, sang kiper Barcelona sebagai orang terakhir di pertahanan berteriak,

"WE NEVER DIE. WE ARE
BARCENOLA!
Just all of you go to
attacking areas, and don't worry about me here!.
WE WILL WIN! WE WILL WIN!!"

Namun PSG justru semakin mengancam. Beberapa kali Di Maria dan Cavani nyaris mencetak gol. Tinggal berhadapan dgn Ter Stegen. Sementara Neymar pun kena kartu kuning. Kondisi semakin mencekam buat Barca. Fans Barca nampak sangat tegang. Sang pelatih Barca, Luis Enrique, di pinggir lapangan tidak bisa menyembunyikan kegelisahan dan ketegangannya.

"and either we heal now as a team
or we will die as an individual"

sampai pada satu kesempatan, Barca mendapatkan tendangan bebas tidak jauh di luar kotak pinalti PSG. Neymar yang mengeksekusi dan hasilnya, GOOOL!! 4-1 (4-5). Masih butuh 2 gol lagi agar bisa lolos. Harapan kembali tumbuh. Pemain-pemain Barca di lapangan nampak saling memotivasi rekan-rekannya. dan tak lama kemudian, Surez dilanggar di kotak pinalti. Wasit langsung menunjuk titik putih. Neymar meng-eksekusi dan GOOL!!. 5-1 (5-5) satu gol lagi atau tidak sama sekali.
Wajah Luis Enrique mulai kembali bercahaya. para Fans Barca pun demikian. kembali bersorak dari tribun penonton. Asa itu kembali muncul. Sampai akhirnya pertandingan memasuki masa injury time.
Pemain-pemain Barcelona semakin semangat menggempur pertahanan PSG. Bola mengalir dari kaki ke kaki semakin deras. Hingga pada satu kesempataan, Neymar mengirim umpan lambung ke kotak pinalti PSG seteah mendapat bola rebound, yang kemudian disontek oleh kaki Sergi Roberto, bek kiri yang merangsek maju ke mulut gawang. GOLLLL!!!! GOOL!!!! 6-1 (6-5).
Apa yang tidak mungkin akhirnya terjadi. Barca berhasil meraih 1% peluang yg tersisa

"While there's 1% chance
we will have 99% faith" - Neymar

---

Tidak ada yg tidak mungkin
kun fayakun. Jika Tuhan
berkehendak, tidak ada yg tidak mungkin
kita hanya butuh keyakinan bahwa kita bisa dan lakukan sebisa dan sebaik mungkin

yaaa, KITA,
bukan AKU atau KAMU
Usah bermimpi banyak akan meraih kejayaan jika masih berpikir ttg ke-AKU-an
Lalu apakah sulit untuk menjadi KITA? bisa kujawab TIDAK tapi bisa juga kujawab YA.

Menjadi KITA adalah perkara gampang jika masing-masing individu atau si Aku menyadari bahwa ke-aku-annya harus dilebur menjadi KITA. tidak ada lagi yang namanya perjuangan-ku tapi yg ada adalah perjuangan kita. tidak ada lagi pikiran bahwa AKU lah sang bintang, akulah yg paling berjasa, akulah yg paling hebat. Kemenangan menjadi tujuan bersama.
Namun jika ada saja satu individu yang meninggikan ke-AKU-annya, Celakalah tim tersebut. Tidak akan muncul yang namanya KITA. Masing-masing bisa bergerak sendiri sesuai keinginannya sendiri. Pada kondisi begini, jangan pernah bertaruh di meja judi bahwa tim tersebut akan menang. Niscaya kau hanya akan menyumbang ke bandar.

Cukup itu aja rumusnya untuk menjadi KITA? Tidak, kawan!. satu lagi yang lebih penting adalah kepemimpinan atau biar istilah inteleknya, Leadership. Peran pempimpin dalam pembentukan KITA sangat vital. Pemimpin dengan kepemimpinannya akan menetukan apakah individu-individu si Aku bisa melebur menjadi KITA atau akan tetap jadi individu-individu yang seolah-olah sudah hebat.

Pemimpin lah yang menyatukan dan mengarahkan sekaligus membakar semangat anggota tim-nya. Dia yg menjadi dirigen untuk membentuk harmoni antar anggota tim.

--

Cobalah tonton video berikut ini. tentang aksi comeback paling heroik dalam sejarah sepakbola dunia








Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

@YudiFebrianda. Powered by Blogger.

Nothing is Impossible if You and Me Became Us

Babak perdelapan final Liga Champion 2016-2017 antara Paris Saint Germain vs Barcelona, pada pertandingan pertama dimana PSG jadi tuan ru...

Search This Blog

Follow by Email