Minggu, 28 September 2008

Kopiah Sakti

Barusan sekitar jam 11-an gue pulang dari kantor. Ngelewatin pasar Kebayoran Lama, gue liat ada beberapa motor jalan beriringan dengan pake jaket yg nampaknya seragam dari suatu kelompok keagamaan. Yang menarik perhatian gue, adalah kopiah yg mereka kenakan. Bukan kopiah yg aneh. Kopiahnya sama dengan kopiah2 yg banyak dijual di pasaran. Semua mereka, baik yg bawa motor maupun yg bonceng hanya make kopiah. Hanya kopiah yg biasa di gunakan untuk shalat. Tidak menggunakan helm.



Pakai kopiah tidak salah. Justru itulah kepatutan berpakaian dalam beribadah menurut Islam di Indonesia. Tapi ini konteksnya mereka sedang mengendarai sepeda motor di jalan umum. Bukan sedang beribadah. 

Kok bisa? Emang kalo malam aspalnya lunak gitu? Atau itu semacam kopiah sakti yg cukup kuat untuk menahan benturan jika terjatuh.
Setau gue dimana-mana kopiah itu dibuat dari kain dan jelas kain itu tidak cukup tangguh utk melindungi kepala kita. Lagipula sudah sangat jelas ada undang-undang yg mengatur bahwa setiap pengendara roda dua wajib menggunakan helm tanpa terkecuali. Tujuan undang-undang ini jelas untuk mengurangi angka kematian dan cedera parah. Setau dan sepemahaman gue yg pengetahuan agama Islam-nya juga gak bagus-bagus amat, yg mungkin lebih tepat seadanya, Allah tidak suka orang yang tidak menjaga dirinya. Lalu mereka kok bisa gitu aja? Apa mereka merasa dengan kopiah yg dijadikan simbol keagamaan otomatis mereka akan dilindungi oleh Tuhan.

Sudahlah, pemahamanku hanya sebatas apa yg terlihat oleh mata saat itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nothing is Impossible if You and Me Became Us

Babak perdelapan final Liga Champion 2016-2017 antara Paris Saint Germain vs Barcelona, pada pertandingan pertama dimana PSG jadi tuan ru...