Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Saniangbaka - Sejarah Nagari Intel Pagaruyuang - 2 of 2


Hasil penelitian Antropologi Yanti Diyantini untuk Skripsi S1 di jurusan Antropologi Unpad.
Penelitian dilakukan bersama oleh Yudi F dan Yanti D pada tahun 2006
Bagian kedua dari bagian lainnya




Catatan yang mengisahkan sejarah nagari Saniangbaka sangat sedikit ditemukan. Dalam banyak tambo dan buku-buku yang berkaitan dengan Minangkabau, tidak banyak yang mencatat sejarah ini. Salah satu yang memuat sejarah Saniangbaka adalah dalam Mahmoed (1978). Disebutlah suatu masa Datuk Katumenggungan mendirikan sebuah kerajaan bernama Bungo Setangkai yang berpusat di Sungai Tarab. Mula-mula perkembangan kerajaan ini adalah membuat kubu pertahanan kerajaan dan untuk membuat lingkaran pertahanan ini Datuk Katumenggungan menugaskan seorang hububalang pemberani dari Pariangan Padang Panjang untuk menjadi kepala pertahanan. Hulubalang ini kemudian ditugaskan untuk membuat pertahanan kerajaan, yang mula-mula membuat sebuah nagari bernama Batipuh. Setelah Batipuh, kemudian hulubalang ini membuat 10 koto yaitu bentuk suatu daerah, sebelum menjadi nagari, yang penduduknya sudah banyak meski tinggal berjauhan tetapi sudah mulai berinteraksi secara intensif di suatu tempat. Koto-koto tersebut terdiri dari Paninjauan, Gunung, Jao, Tambangan, Singgalang, Pandai Sikek, Koto Laweh, Koto Baru, Aia Angek, Panyalaian. Setelah kesepuluh koto itu selesai, hulubalang tersebut membuat kubu pertahanan ke arah timur dengan 10 daerah pula yaitu Sungai Jambu, Labuatan, Simawang, Bukit Kandung, Sulit Aie, Tanjung Balit, Singkarak, Saniangbaka, Silungkang dan Padang Sibusuk (Mahmoed, 1978:37-38). 

Saniangbaka, Nagari Intel Pagaruyuang - 1 of 2

Hasil penelitian Antropologi Yanti Diyantini untuk Skripsi S1 di jurusan Antropologi Unpad.
Penelitian dilakukan bersama oleh Yudi F dan Yanti D pada tahun 2006
Bagian pertama dari beberapa bagian :)


Saniangbaka tampak dari Bukit Aie Angek

Secara adminisitratif Nagari Saniangbaka merupakan bagian dari Kecamatan X Koto Dibawah Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Nagari ini berbatasan dengan daerah lain yaitu di sebelah Utara dengan Nagari Muaro Pingai; Sebelah Selatan dengan Nagari Koto Sani dan Sumani; Sebelah Barat dengan Lubuk Minturun – Kodya Padang, dan Sebelah Timur dengan Nagari Singkarak. Nagari yang mempunyai luas daerah 91,72 Km2 ini berada pada ketinggian 400 M di atas permukaan laut, dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun. Nagari ini terdiri atas 6 jorong, yaitu Jorong Aia Angek, Balai Batingkah, Balai Panjang, Balai Lalang, Balai Gadang dan Kapalo Labuah. 

Pemukiman di nagari dikelilingi oleh perbukitan, yang oleh masyarakat dinamakan hutan tunjuk, Danau Singkarak dan sebagian lainnya oleh area persawahan. Kontur tanah nagari yang beragam membuat nagari ini kaya akan sumber daya alam. Hutan tunjuknya, yang kebanyakannya adalah pusako, merupakan ladang subur yang menghasilkan hasil perkebunan seperti kopi, cengkeh, kayu jati dan sebagainya. Penduduk nagari juga seringkali mengumpulkan kayu bakar dari hutan ini. Selain menjadi daerah perladangan, salah satu bukit diantara perbukitan yang menjadi hutan tunjuk tersebut diduga mengandung batu bara. 

Ini sesuai dengan yang disampaikan oleh dubalang[1] suku Balai Mansiang bahwa kemungkinan bukit tersebut mengandung batu bara sangat besar. Ini dibuktikan dengan dilakukannya penelitian tentang kandungan mineral dalam di dalamnya oleh pemerintah daerah. Kenyataan ini juga masuk akal karena kadang-kadang pada musim kemarau tiba bukit tersebut terbakar dengan sendirinya. 

Sementara itu Danau Singkarak mengandung kekayaan ikan khas yang jarang ditemui di daerah lain yaitu ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) dan rinuak (Rasbora argyrotaenia). Meski kedua jenis ikan ini juga terdapat di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, tetapi konon menurut beberapa nelayan di Saniangbaka dan Maninjau, kekhasan ikan dari masing-masing danau dapat dibedakan secara kasat mata baik dari ukuran tubuhnya maupun rasanya. Kelangkaannya membuat kedua jenis ikan ini menjadi ciri khas daerah yang selalu diburu pembeli. Keduanya tidak hanya dijual di dalam wilayah Sumatera Barat saja, tetapi juga di daerah lain di dalam dan luar negeri (Hartoto dan Iwakuma, 2002;

Rabu, 10 Agustus 2011

Iklan Ramadhan Pertamina 2011 versi Minang : Bagus, tapii....




Iklan dengan latar belakang suatu kampong di ranah Minang ini sangat menyentuh sekali. Diceritakan seorang ayah sedang menasehati anaknya yg bernama Hakim
Ayah : “Pusako ko warisan ninik mamak, jadi waang nan tapek manaruihkannyo”
Hakim : “Tapi yaah……”
Ayah : “Kalau itu pilihan waang, pailah….”

Minggu, 31 Juli 2011

Bencana Purba, Minerba Dan Kemajuan Teknologi Di Kerajaan Pagaruyung

ini hanya sebuah link tulisan dari situs http://www.sigapbencana-bansos.info
sebuah ulasan menarik dari Ir. M. Anwar Syadat (Asisten Stafsus SKP BSB)



Bencana Purba, Minerba Dan Kemajuan Teknologi Di Kerajaan Pagaruyung


Ekspedisi Sir Thomas Stamford Raffles ke Minangkabau, 1818
Sejak ditempatkan di Penang oleh East India Company (EIC) Sir Thomas Stamford Raffles merasakan kecintaan kian membesar terhadap kebudayaan Melayu yang menurutnya sedang mengalami kemerosotan karena pengaruh buruk monopoli Belanda. Oleh sebab itulah Raffles berusaha keras mempertahankan pengaruh Inggris atas dunia Melayu. Puncak dari upayanya ini adalah pembentukan koloni Inggris di Singapura guna memastikan agar Inggris berperan besar di Selat Malaka. Di samping itu, setahun sebelumnya, Raffles menempuh langkah penuh semangat yang belum pernah pernah ada di Sumatra, yakni ekspedisi ke dataran tinggi Minangkabau. Bersama Lady Raffles, disertai seorang naturalis bernama Thomas Horsfield dan serombongan staf, Raffles berlayar meninggalkan Bengkulu menuju Padang pada awal Juli 1818. Catatan perjalanan ini dikirimkan Raffles kepada Duchess of Somerset, peindungnya, dalam sepucuk surat panjang pada September 1818.


selanjutnya baca di SINI

Nothing is Impossible if You and Me Became Us

Babak perdelapan final Liga Champion 2016-2017 antara Paris Saint Germain vs Barcelona, pada pertandingan pertama dimana PSG jadi tuan ru...