Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2012

Saat Terakhir Timor Lorosae 1999 (9)


Dilli, 29 Agustus 1999

Matahari terbit dengan cerahnya pagi ini di Bumi Lorosae. Sinarnya yang terang mengiringi langkah-langkah mereka yang berharap untuk segera mendapatkan kemakmuran dengan cara masing-masing. Sebagian yakin bahwa dengan tetap menjadi bagian Indonesia, kemakmuran akan segera terwujud. Tapi sebagian besar lainnya yakin bahwa hanya kemerdekaan yang akan menjadi jalan menuju kemakmuran. Hau hili ukun rasikan

Kemarin ketika briefing di markas UNAMET, saya kebagian untuk memantau daerah pemilihan Bidau Santana, tepatnya di TPS SDN Bidau Santana. Kesanalah pagi ini tujuan saya bersama 2 teman lainnya. Dengan penuh semangat pagi itu kami berjalan keluar dari SKB menuju jalan raya depan Katedral Dilli. Rencananya kami naik taksi ke Bidau Santana seperti teman-teman yang kebagian daerah lain.

Senin, 26 Maret 2012

Saat-saat terakhir Timor Lorosae 1999 (1)


Di Depan markas UNAMET - Dilli




Suatu hari di Kampus FISIP Unpad Jatinangor, awal Agustus 1999
"yud, lu mau gak ke Timtim??"
"Timtim?? Mau!!! dari dulu gue pingin ke sana. tapi ngapain??"
"jadi observer jajak pendapat. tapi cuma dibayar 20rb/hari" masih mau gak??"
"20rb/hari ya?? hmm....trus ada asuransi gak?? nginap dan transport gimana??"
"iya..asuransi gak ada. nginap ditanggung, transport naek hercules. kalo mau, lu lapor sama pak Hamdani sana gih"
"Hmm...ok deh.."
Lalu akhirnya gue mendaftar ke pak Hamdani (dosen yg jadi koordinator tim relawan ke Timtim). Gue pikir, kapan lagi bisa ke Timtim gratis. walau masih ada yg bikin ragu.


---

Jatinangor, 18 Agustus 1999


"lu jadi ke Timtim?? udah lu pikir masak2?? ingat lho..di sana lagi perang. bisa2 lu gak pulang ntar"
Anjrit!! malam ini gue bingung banget. keinginan utk pergi begitu besar. tapi resikonya gede banget. Nyawa !!  Tapi kalo gue gak berangkat, bisa2 nyesel seumur hidup.
Sudahlah...gue putusin berangkat aja!! masalah mati dan hidup mah di tangan Tuhan. kalo Dia masih kasih waktu utk hidup, InsyaAllah gue akan balik.

Selasa, 22 Maret 2011

Komodo : the Last Dragon of the World

Komodo, the Last Dragon of the World (photo by Yudi)

Papan informasi di Pelabuhan Sape, Sumbawa Timur itu cukup menyita perhatian. Sebenarnya tidak ada yang istimewa kecuali table yang berisi daftar tariff penyeberangan. Tulisan Labuan Bajo-lah yang membuat mata ini terpaku. Hmm…Labuan Bajo..suatu tempat yang sangat menarik. Gerbang menuju P. Komodo, tempat berdiamnya makhluk berbentuk kadal sisa jaman purba yang bernama Komodo. (Varanus komodoensis). Tapi malam itu saya dan Hanin, teman perjalanan saya, Cuma bisa berharap dalam hati, mudah-mudahan suatu saat nanti diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa sowan ke mbah Komodo ini (dia dah idup sejak jaman dinosaurus, kebayang kan tua nya?), karena perjalanan saya harus menuju ke arah Barat, ke Dompu, Lakey, Tambora, Satondo, P. Moyo dan berakhir di Lombok. Saya dan Hanin malam itu Cuma bisa mencatat informasi tariff kapal ferry dari Pelabuhan Sape (Sumbawa Timur) ke Labuan Bajo, yaitu Rp. 90.000/org. FYI, di papan informasi itu juga ada tariff untuk Babi, Kerbau, dan Sapi *buat yg pingin murah ongkosnya bisa nyamar jadi Babi tuh 

Hari pun berlalu. Bulan Oktober berganti menjadi November. Tiba-tiba kesempatan itu datang. Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata sedang mencari fotografer yang akan dikirim ke P. Komodo untuk membuat materi foto guna memperbanyak voting Komodo National Park for the New Seven Wonders of Nature in the World!. Terutama suara-suara dari luar negeri. Per Desember 2010 posisi Komodo masih berada di rangking ketujuh. Masih perlu banyak promosi lagi. KemenBudpar melalui situs www.indonesia.travel sangat aktif mempropagandakan komodo ini. kenapa dan mengapa nya nanti kita bahas yaa

Nothing is Impossible if You and Me Became Us

Babak perdelapan final Liga Champion 2016-2017 antara Paris Saint Germain vs Barcelona, pada pertandingan pertama dimana PSG jadi tuan ru...