skripsi S1 Antropologi karya Yudi Febrianda dengan judul :
"Mitos Anak Gembel di Dataran Tinggi Dieng", 2003
silahkan menggunakan isinya untuk kepentingan akademis, penulisan, dll asal mencantumkan sumbernya
![]() |
| Ki Temenggung Kolodete atau Kyai Kolodete |
Sifat “aeng” yang melekat (inherent)
pada nama “Dieng” tidak hanya didominasi oleh ajaibnya fenomena alam dan
peninggalan bersejarah situs komplek percandian Dieng saja. Akan tetapi juga
“Ke–aeng–an” atau “keanehan” terlihat pada bentuk rambut anak-anak Dieng yang
berjalin-jalin membentuk ikatan yang saling melekat keras tidak mudah diurai,
yang oleh masyarakat Dieng disebut “gembel” atau “gimbal”.
Warna
rambut anak-anak itu berwarna coklat, dan bila bentuk dan warna rambut anak itu
kita amati, ternyata mengesankan rambut yang tidak terurus dan tidak terawat
baik, mirip dengan gaya rambut bintang sepak bola kenamaan Belanda, Ruud
Gullit. Namun “gaya” rambut anak-anak
Dieng bukan buatan tetapi alami.
Fenomena rambut gembel ini hanya dapat ditemukan pada masyarakat
Wonosobo dan masyarakat yang hidup di lereng Gunung Sundoro.
