Bercengkrama dengan Ular di Wera

Rambo (katanya nama sebenarnya) bersama ular-ular jinak 



Kebanyakan orang pasti sepakat, ular adalah binatang melata yang menakutkan. Ular bisa menyebabkan kematian dengan bisanya yang beracun atau lilitannya yang sangat kuat. Namun lain halnya dengan ular-ular yang berada di suatu pulau karang, yang disebut Pulau Ular, di Kec. Wera, Kab. Bima, Propinsi NTB. Ular-ular di pulau karang tanpa dihuni manusia ini sangat jinak. jumlahnya mencapai ribuan ekor. Pulau Ular ini terletak berdekatan dengan objek wisata andalan lainnya dari Kab. Bima, yaitu Pulau Gilibanta dan Tolowamba. Dari Pulau Ular ini kita juga bisa lepas memandang Pulau Sangiang yang terdapat Gunung berapi.


Pulau ular merupakan pulau karang yang berukuran kecil tanpa dihuni oleh manusia. Bahkan tumbuhan pun hanya ada 2 batang pohon Kamboja di atasnya. Untuk mencapai Pulau Ular Jinak diperlukan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan darat dari Kota Bima menuju ke Pantai Oi Caba - Wera. Lalu menyeberang laut dengan menyewa perahu motor penduduk setempat seharga Rp. 50.000 (jika perorangan di hari libur tarifnya sekitar Rp. 10.000/orang), dengan lama perjalanan selama 15 menit. Waktu terbaik mendatangi Pulau Ular jinak adalah pada pagi hari, yaitu ketika mereka berenang ke laut untuk mencari makan atau sekedar berjemur menghangatkan badan. jika lepas tengah hari biasanya mereka bersembunyi dari terik matahari di sela-sela batu karang


Pulau Ular adalah sebuah pulau karang yg dihuni oleh ribuan ular jinak
Ketika kami mendarat di Pulau Ular, 4 Oktober 2010, sekitar pukul 15.30 WITA, kami tidak langsung bisa menemui ular-ular tersebut. Dengan bantuan bang Rambo (seorang penduduk lokal yang mengantar kami), ular-ular tersebut satu persatu ditariknya keluar dari persembunyian. Jangan takut untuk memegang ular-ular ini. Sama sekali tidak ada reaksi perlawanan dari mereka.Justru mereka terlihat seperti sedang bermanja-manja di tangan kami. 
Bahkan dengan orang yg baru dikenal seperti saya pun sang ular tidak menggigit


Ular-ular di Pulau Ular tersebut menurut penduduk setempat merupakan jenis ular laut. Siapapun tahu bahwa ular laut termasuk ular yang sangat beracun. Dilihat dari ciri-ciri fisiknya, ular tersebut memang berbentuk seperti ular laut. ekornya pipih seperti ekor ikan, warnanya putih silver dan hitam mengkilat. Ketika dipegang tidak terasa licin sama sekali sebagaimana layaknya ular-ular di darat. Kulitnya lebih terasa kesat dan bersirip seperti ikan. Walau hidup liar, mereka sangat jinak dan ramah terhadap pengunjung. Ketika dipegang mereka sama sekali tidak menggigit atau melilit. Bahkan ketika dipegang dalam jumlah yang cukup banyak, ular-ular tersebut tetap jinak. 

Bercengkerama dengan ular yang akan menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan. Tanpa pawang, tanpa dilatih, anda akan bisa merasakan bagaimana bermain-main dengan binatang melata yang terkenal  mematikan ini. Hanya butuh keberanian melawan perasaan takut untuk memegang ular ini. 

Popular Posts