Kamis, 04 Agustus 2011

Tragedi dan Dilema Dalam Fotografi

Sore itu KRL Pakuan jurusan Bogor harusnya berangkat dari Stasiun Juanda pada pukul 14.28 WIB namun entah kenapa Kereta datang terlambat. Baru pada pukul 14.55 kereta berangkat meninggalkan stasiun Juanda dengan membawa ratusan penumpang. Dengan kecepatan yang sedang, KRL Pakuan melintasi stasiun demi stasiun. Tiba-tiba di pintu lintasan Kereta Api di kawasan Kalibata terdengar suara keras dan Kereta terhentak cukup keras. Bayangan gerbong depan akan mental ke arah belakang memnbuat para penumpang berhamburan ke arah belakang.

Rabu, 03 Agustus 2011

Kenapa Terpilih Menjadi Petualang ACI ??



Program Aku Cinta Indonesia (ACI) dari Detik.com adalah sebuah program yg mengirimkan beberapa orang yg disebut petualang untuk berkeliling segala penjuru Indonesia. Program ini dimulai tahun 2010. dari hampir 70 ribu pendaftar, 66 petualang terpilih saat itu yg terbagi atas 33 tim dan dikirimkan ke 33 wilayah di Indonesia. 


Banyak orang-orang bertanya, kenapa saya dan 65 orang lainnya bisa terpilih. Apakah karena kami ganteng dan cantik? Faktor ini sangat jelas bukan alasannya. Atau apakah karena kami adalah para petualang yang mempunyai jam terbang tinggi yg identik dengan kekuatan dan ketangguhan fisik ? Ini juga bukan, karena diantara kami ada juga yang bukan anak gunung atau punya fisik kuat.




Press Confrence ACI 2010

Petualang ACI macem-macem rupa-rupa


sebuah tulisan dari Dadang Lesmana, Petualang ACI 2010



Kalau ada sekelompok orang yang terdiri dari anak-anak muda gokil, jail, gratil, aneh, sok imut, urakan, tapi juga plus pinter, kreatif, berwawasan dan selalu berpikir positif, itu pastilah Petualang ACI. 66 orang petualang yang lahir dari sebuah hajatan besar detikcom, Aku Cinta Indonesia.

Komunitasnya sih biasa-biasa aja, maksudnya ngga ada anak pejabat tingginya gitu loh. Tapi justru eksis karena berasal dari segala kalangan dan dari seluruh penjuru tanah air. Petualang ACI menjadi begitu bhineka dengan segala kekhasan serta keberagaman cara berpikir dan bertingkah laku. Namun perbedaan yang ada tidaklah menjadi persoalan bagi mereka. “berbeda bukan berarti tak sama” kata mereka. “ibarat pelangi, warna berbeda justru saling melengkapi, memiliki peran yang sama”.

Senin, 01 Agustus 2011

Sejarah Desa Batur dan Gunung Batur

 
Gunung Batur dan bagian yg menghitam adalah bekas desa batur


Dalam lontar Candi Supralingga Bhuana dikemukakan keadaan Bali Dwipa dan Seleparang masih sunyi senyap, seolah masih mengambang di tenga samudra yang luas.
Pada saat itu di Bali Dwipa baru ada empat buah Gunung, yaitu :
  1. Gunung Lempuyang di Bagian TImur
  2. Gunung Andakasa di Bagian Selatan
  3. Gunung Karu di Bagian Barat
  4. Gunung Beratan (Mangu) di Bagian Utara
 

Minggu, 31 Juli 2011

Bencana Purba, Minerba Dan Kemajuan Teknologi Di Kerajaan Pagaruyung

ini hanya sebuah link tulisan dari situs http://www.sigapbencana-bansos.info
sebuah ulasan menarik dari Ir. M. Anwar Syadat (Asisten Stafsus SKP BSB)



Bencana Purba, Minerba Dan Kemajuan Teknologi Di Kerajaan Pagaruyung


Ekspedisi Sir Thomas Stamford Raffles ke Minangkabau, 1818
Sejak ditempatkan di Penang oleh East India Company (EIC) Sir Thomas Stamford Raffles merasakan kecintaan kian membesar terhadap kebudayaan Melayu yang menurutnya sedang mengalami kemerosotan karena pengaruh buruk monopoli Belanda. Oleh sebab itulah Raffles berusaha keras mempertahankan pengaruh Inggris atas dunia Melayu. Puncak dari upayanya ini adalah pembentukan koloni Inggris di Singapura guna memastikan agar Inggris berperan besar di Selat Malaka. Di samping itu, setahun sebelumnya, Raffles menempuh langkah penuh semangat yang belum pernah pernah ada di Sumatra, yakni ekspedisi ke dataran tinggi Minangkabau. Bersama Lady Raffles, disertai seorang naturalis bernama Thomas Horsfield dan serombongan staf, Raffles berlayar meninggalkan Bengkulu menuju Padang pada awal Juli 1818. Catatan perjalanan ini dikirimkan Raffles kepada Duchess of Somerset, peindungnya, dalam sepucuk surat panjang pada September 1818.


selanjutnya baca di SINI

Kamis, 21 Juli 2011

Maestro Karawitan Bali : I GEDE DEWA NEGARA


tulisan ini merupakan bagian dari buku 
"9 Pengabdi Seni Menuju Keabadian. Inspirasi dari 9 Seniman Asli Bali"
terbitan PT. Bakrie Telecom, Tbk
Tulisan dan Foto oleh Yudi Febrianda




 Desa adat Bambang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli menjadi lebih dikenal masyarakat luas di Bali dengan hadirnya seorang seniman tabuh gender bernama  I Dewa Gede Negara.  I Gede Dewa Negara yang lahir, besar dan hingga kini tinggal di desa tersebut bersama istrinya, Made Tirta, sampai saat ini masih aktif dalam kegiatan kesenian, khususnya seni tabuh gender, dan kegiatan pertukangan serta bertani. Usia nya yang sudah 80 tahunan sepertinya tidak berhasil mengurangi semangat hidup I Gede Dewa Negara. Anaknya yang berjumlah 5 (lima) orang sedari kecil sudah terbiasa dengan kegiatan kesenian sang ayah, bahkan beberapa anaknya juga terbiasa terlibat dalam kegiatan tersebut dan 3 orang diantaranya saat ini telah turut melestarikan budaya Bali yaitu I Dewa Gede Darmawan (undagi/pembuat pengusung jenazah), I Dewa Gede Darmayasa (seni tabuh) dan Dewa Ketut Kadiri (seni ukir).

Selasa, 19 Juli 2011

Petualang ACI DetikCom : The Best Job In The World!

 merupakan tulisan dari ACI Detik.Com

KudaLiar berfoto bersama Kuda Liar di Sumbawa


Nusa Tenggara Barat - Berpetualang menjelajahi Nusantara adalah cita-cita, bahkan menjelma menjadi obsesi saya. Sejak kecil saya sering sirik dengan bule-bule yang bisa bebas berkeliling Indonesia dan mengeksplorasi keindahan alam budaya bangsa ini.

Ketika seorang teman memberitahu ada program Aku Cinta Indonesia dari detik.com yang menawarkan keliling Indonesia gratis, adrenaline saya langsung memuncak. Ini yg saya cari! Saya langsung mendaftar dengan penuh keyakinan. Tahap demi tahap dilalui, dan Alhamdulillah saya akhirnya terpilih menjadi salah satu dari 66 petualang yang akan dikirimkan ke seluruh penjuru Indonesia. Saya bersama rekan satu tim saya, Hanindita, akan dikirimkan ke Propinsi Nusa Tenggara Barat selama 14 hari dan termasuk kloter kedua. Kami akan menjelajahi pulau Sumbawa sampai pulau Lombok dengan puluhan objek-objek menarik.


Minggu, 03 Juli 2011

Tarempa : Kota Penikmat Kopi

*tulisan ini dimuat di majalah online “the Travelist” edisi 1



Ketika saya pertama kali menginjakan kaki di Tarempa setelah turun dari pompong (perahu motor) atau kapal laut, kesan pertama yang tertangkap adalah orang Tarempa sangat menyukai aktifitas meminum kopi. Hampir di setiap sudut terdapat warung kopi. Sejak pagi sampai sore warung-warung kopi ini tak pernah sepi.

Kamis, 19 Mei 2011

Mitos 2 Naga : Jika terjadi gempa orang Bali akan teriak “idup..idup..."


Jika terjadi gempa orang Bali akan teriak “idup..idup...“.

Dahulu ketika jama kerajaan, ada seorang janda beranak dua, laki-laki dan perempuan. Pada waktu itu Danau Bratan belum ada. Singkat cerita, sang ibu mempunyai hubungan dengan siluman ular besar, atau ular Naga yang berdiam di dalam lubung padi di dekat rumahnya. Lama kelamaan sang anak mulai menaruh curiga, kenapa ibunya setiap pulang dari hutan selalu naik ke lumbung.
Pada suatu saat, ketika ibunya pergi ke hutan, dia naik ke lumbung. Di dalam lumbung dilihatnya ada tumpukan telur yang ukurannya lebih besar dari telur ayam. Di tengah tumpukan telur tersebut terdapat sebuah telur aneh. Telur tersebur diambil dan dimasak lalu dimakan oleh anaknya yang laki.

Gunung Batur - Bali : Sejarah dan Kosmologisnya


Gunung Batur terlihat dari Kintamani
Dalam lontar Candi Supralingga Bhuana dikemukakan keadaan Bali Dwipa dan Seleparang masih sunyi senyap, seolah masih mengambang di tenga samudra yang luas.
Pada saat itu di Bali Dwipa baru ada empat buah Gunung, yaitu :
  1. Gunung Lempuyang di Bagian TImur
  2. Gunung Andakasa di Bagian Selatan
  3. Gunung Karu di Bagian Barat
  4. Gunung Beratan (Mangu) di Bagian Utara
Sehingga keadaan Bali Dwipa pada saat itu masih labil dan goyah. Keadaan ini kemudian diketahui oleh Hyang Paspati yang beristana/berParahyangan di Gunung Semeru[1]. Agar Bali menjadi stabil (Tegteg) Hyang Pasupati kemudian memerintahkan SangHyang Benawang Nala, SangHyang Naga Anantaboga, SangHyang Naga Besukih dan SangHyang Naga Tatsaka memindahkan sebagian puncak Gunung Semeru ke Bali. SangHyang Benawang Nala menjadi dasar puncak Gunung Semeru yang akan dipindahkan ke Bali. SangHyang Naga Anantaboga dan SangHyang Naga Besukih menjadi tali pengikatnya. Sedangkan SangHyang Naga Tatsaka disampig menjadi pengikat puncak Gunung Semeru yang akan dipindahkan ke Bali, juga sekaligus menerbangkan dari Jawa Dwipa Wetan ke Bali. Kemudian setelah tiba di Bali, bagian puncak gunung Semeru yang dibawakan dengan tangan kanan menjadi Gunung Udaya Purwata/Tohlangkir/Gunung Agung.yang dibawa dengan tangan kiri menjadi Gunung Cala Lingga atau kemudian disebut Gunung Batur[2].

Sabtu, 09 April 2011

Natuna - Anambas : SurgaTersebunyi di Utara

Dulu kawasan ini terkenal dengan para Lanun-nya, yaitu bajak laut. Wilayah yang terletak di Laut Cina Selatan diantara Malaysia, Vietnam, P. Kalimantan ini terdiri atas 7 pulau besar, yaitu : 1. Bunguran, 2. Serasan, 3. Midai, 4. Subi, 5. Matak, 6. Siantan, dan 7. Jemaja. 4 pulau pertama termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Natuna, sedangkan Matak, Siantan dan Jemaja sejak 2008 termasuk dalam wilayah administratif Anambas setelah melalui pemekaran dari Kab. Natuna.

Untuk mencapai wilayah Kab. Natuna bisa ditempuh melalui pesawat dari Batam atau Tanjung Pinang ke Pelabuhan Udara di Ranai. Atau bisa dengan kapal laut dari Tanjung Priok dengan waktu tempuh 3-4 hari.
Sedangkan untuk ke Anambas, ada bandara Conoco di P. Matak dan pelabuhan di Siantan dan Jemaja. 

Mei - Juni 2007 saya berkesempatan untuk mengelilingi wilayah Anambas dan P. Bunguran dan sekitarnya selama sebulan. Sayang waktu itu tidak sempat ke P. Serasan, Midai dan Subi.

Tapi perjalanan mengelilingi kawasan Anambas + Bunguran sudah sangat cukup untuk membuka mata saya bahwa di wilayah paling utara Indonesia ini, yang berbatasan langsung dengan laut Vietnam dan Malaysia, tersimpan mutiara wisata yang selama ini tidak banyak diketahui orang.

Berbagai pantai dengan pemandangan yang aduhai dan penduduknya yang ramah bersahabat membuat saya betah berlama-lama di sana. Catatan perjalanan saya selama di sana akan diposting dalam tulisan terpisah. Sekarang coba dinikmati dulu beberapa foto-foto yang sedikit menggambarkan wilayah tersebut.



Pantai Tanjung Momong - Siantan - Anambas

Nothing is Impossible if You and Me Became Us

Babak perdelapan final Liga Champion 2016-2017 antara Paris Saint Germain vs Barcelona, pada pertandingan pertama dimana PSG jadi tuan ru...