Ingat! Indonesia Tidak Hanya Bali #2 - Intisari online

disalin dari intisari-online
ditulis oleh Astri Apriyani
lanjutan dari seri #1



Intisari-Online.com - Jika sebelumnya sudah dideskripsikan keindahan lima pulau (kepulauan) mempesona di Indonesia, sekarang mari kita lanjutkan. Masih ada beberapa pulau lain yang patut masuk dalam daftar destinasi idaman Anda. Tentu saja, di luar Bali serta masih atas rekomendasi para pelancong lokal: Giri Prasetyo (24), Citra Rahman (25), Yudi Febrianda (35), Lucia Nancy, Gilang Pratama (23), Kusumorini Susanto (31), dan Galih Mulya Nugraha (26).


  • Kepulauan Togean
    Ia dikenal sebagai kawasan kepulauan yang berada di Sulawesi Tengah. Togean pada dasarnya adalah daerah yang berbasis ekowisata dan tempat untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Di sana, hidup hewan endemik Sulawesi yang dilindungi, seperti tangkasi, kuskus, rusa, dan ketam kenari. Ada pula monyet togean, biawak togean, dan babi rusa togean yang hanya ada di Togean. Lalu, ada pula 90 jenis burung, termasuk yang dilindungi, seperti julang sulawesi atau alo dan elang bondol. Sebab itu, Togean ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Nasional pada 2004.
    Kepulauan Togean dikenal dengan hutan hujan tropisnya yang menawan, meliputi enam pulau yang terbentuk oleh aktivitas gunung berapi. Kehidupan bawah airnya pun sangat menakjubkan. Togean memiliki terumbu karang yang cantik. Ada 4 tipe dari 262 jenis terumbu karang di perairan Togean, yaitu karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef), karang tepi (fringing reef), dan karang cincin (atoll). Juga, Anda akan dengan mudah menjumpai paus pilot, kima raksasa (Tridacna gigas), ikan pari manta, hiu karang abu-abu, ikan trevally mata besar, 35 spesies ikan kupu-kupu (Chaetodontidae), serta 555 jenis moluska.
    Di daratan, silakan sepuasnya menikmati pantai-pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih berwarna toska, hutan mangrove dan hamparan padan lamun patau (seagrass bed), serta keunikan kehidupan nelayan tradisional di desa-desa di Bajo.
    Kusumorini Susanto memaksa Togean masuk dalam daftar ini. Mengingat kesenangannya adalah diving, yang menjadi fokus perhatian Riri adalah keindahan bawah air di Togean, selain pantainya yang berpasir putih. Menurut Riri, snorkeling hanya 2-3 meter dari pantai di Togean sudah menjumpai crocodile fish, cuttlefish, nemo, dan lain-lain. Diving visibility bisa sampai 30 meter, saking jernihnya perairan Togean. "Tempatnya damai dan atmosfernya sangat laid back," singkat Riri.
    Tidak hanya diving dan snorkeling, Togean menawarkan banyak keindahan lain. Anda bisa memancing, menjelajah hutan di Pulau Malenge, tracking di Gunung Colo, Pulau Una-una, atau mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan.
    Untuk bisa sampai di Togean, jika Anda dari Gorontalo, cukup naik mobil ke Marisa. Dari sana bisa lanjut naik perahu ke Dolong atau Wakai. Atau, jika titik keberangkatan Anda adalah Palu, Anda bisa ke Ampana terlebih dahulu lewat Poso dengan bis atau sewa mobil. Barulah naik perahu dari Ampana ke Wakai dan Malenge.
  • Pulau Lombok
    Santainya alam bawah laut Kepulauan Gili

    Pantai Seger, kawasan Kuta Lombok Selatan

    Sudah dari dulu, Lombok itu dikenal dengan banyaknya destinasi pulau dan pantai yang cantik-cantik. Para Pulau Gili (Trawangan, Meno, Air, Nangu, Tangkong, Sundak), Sentanu, Senggigi, sampai Kuta (bukan di Bali, tapi Lombok). Sampai kini, popularitasnya masih tetap tinggi. Bagusnya, kecantikannya juga tetap lestari.
    Lombok adalah sebuah pulau di Kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara Barat yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Kota utamanya adalah Mataram.
    Selain keindahan pulau dan pantai, daya tarik lain yang ada di Lombok adalah Rinjani. Ya, gunung berapi dengan ketinggian 3.726 meter menjadi salah satu tujuan hiking para pendaki, baik lokal maupun internasional. Apalagi ada Segara Anak di sana yang menambah keindahannya.
    Gilang Pratama merekomendasikan Lombok secara utuh. Menurut Gilang, Lombok itu sangat komplet untuk sebuah wisata. Ada gunung, hutan, laut, pantai, hingga air terjun. "Alamnya kece. Di setiap sudut ada saja keindahan."
    Pemandangan dari Gili Trawangan : Matahari muncul dari balik puncak Gunung Rinjani

    Sementara, traveler lain, Yudi Febrianda juga merekomendasikan Lombok, hanya saja di kawasan yang lebih spesifik, yaitu The Gili's (pulau-pulau Gili). Ia terpesona pada sunrise di Gili. "Matahari muncul dari balik Rinjani, pas di puncaknya," bayang Yudi. Perairannya pun indah, menurut Yudi. Lalu pantai pasir putihnya, seperti Pantai Tanjung Aan, Pantai Mawun, atau Senggigi, sangat enak untuk bersantai. "Apalagi, banyak bule nyaris bugil!" kata Yudi sambil tertawa.
    Jangan tanya lagi akses atau cara mencapai Lombok. Ia sangat dekat dari Bali (hanya dipisahkan oleh Selat Lombok). Jadi, saya rasa Anda sudah tahu harus ke mana.
  • Kepulauan Komodo
    Nah ini, kepulauan ini sempat sangat dibicarakan tahun lalu karena masuk dalam seleksi The New 7 Wonders. Sebelumnya, ia bahkan sudah diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO (Komodo, Rinca, Padar, dan Gili Motang) pada 1991. Dan, pada 1980, kepulauan Komodo ditetapkan sebagai Taman Nasional.
    Kepulauan Komodo adalah kepulauan di Nusa Tenggara, tepatnya di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang terdiri atas tiga pulau utama, yaitu Komodo, Rinca, dan Padar. Sesuai namanya, di kepulauan ini (Rinca, Komodo, dan Gili Motang, khususnya) hidup Varanus komodoensis, atau yang lebih kita kenal dengan "komodo". Ya, pulau-pulau ini memang merupakan habitat aslinya dan hewan asli Kepulauan Flores, Nusa Tenggara.
    Sang komodo menjadi daya tarik utama Kepulauan Komodo. Sebuah pengalaman yang mengesankan ketika kita bisa melihat komodo-komodo tersebut dari jarak yang sangat dekat. Adrenalin terpompa deras, mengingat komodo termasuk hewan yang dapat menyerang tanpa diduga dan memiliki air liur yang mengandung ribuan bakteri (oleh karenanya mematikan). Jika ingin merasakan pengalaman ini, Anda harus memasukkan Rinca dan Komodo sebagai acara wajib ketika ke kepulauan ini dan silakan temui komodo-komodo tersebut.
    Tidak hanya komodo, Kepulauan Komodo - selayaknya pulau-pulau di daerah Timur Indonesia - juga menawarkan keindahan pantai berpasir putih dengan air laut berwarna toska. Jangan ketinggalan, kepulauan ini juga dikenal dengan keindahan bawah airnya. Ber-island hopping ke Sabolon, Seraya, Kanawa, atau Padar untuk menelanjangi pantai-pantai cantik tersebut rasanya tepat dilakukan.
    Kusumorini Susanto kembali menyumbang pendapat untuk satu pulau cantik Indonesia. Menurut Riri, Komodo layak masuk dalam daftar karena memadukan keindahan bawah air dan pemandangan di atas air. Diving-nya salah satu yang terbaik di Indonesia. Pantai-pantainya pun jernih. Ideal untuk berendam dan berenang. Ditambah, ada komodo, dan di taman nasional bisa tracking di bukit savana sembari melihat ragam vegetasi di hutan-hutannya.
    Akses menuju ke Kepulauan Komodo pun sudah bisa dibilang mudah. Dari Bali, terbanglah ke Labuan Bajo dan mendarat di Bandar Udara Komodo. Labuan Bajo adalah pulau pelabuhan di ujung paling barat Flores. Pulau ini menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Seiring waktu, Labuan Bajo telah tumbuh menjadi kawasan ramai untuk wisatawan. Setidaknya, kita bisa menemukan banyak penginapan, hotel, dan restoran, bahkan warnet yang nyaman untuk dipilih.
    Para wisatawan memang biasanya menginap di Labuan Bajo, lalu berkeliling Kepulauan Komodo untuk hopping. Jika budget Anda berlimpah, silakan coba live-on-board. Ini merupakan pengalaman unik tersendiri. Anda bisa bermalam di kapal, mencoba masakan segar yang dibuat para koki lokal yang sekaligus awak kapal, lalu jika beruntung, akan ada penyu-penyu yang bergerombol muncul di permukaan pada malam hari.
  • Pulau Bungin
    Tahukah Anda, pulau ini mengantongi predikat sebagai pulau terpadat di dunia? Pulau terpadat di dunia ada di Indonesia, Bung!
    Pulau Bungin terletak di perairan laut Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di sebelah utara Pulau Sumbawa. Secara administratif Bungin termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Alas. Untuk meraihnya dari Sumbawa Besar, Anda harus menempuh jarak 70 km ke arah barat. Jika dari Mataram, waktu Anda akan habis sekitar 6-8 jam perjalanan ke arah timur dengan kendaraan, dilanjutkan menyeberang dengan kapal penyeberangan Lombok-Sumbawa.
    Pulau ini memiliki kisah yang unik. Oleh karena itu, Giri Prasetyo memasukkan dalam salah satu pulau di Indonesia yang wajib-kunjung. "Yang menarik, mekanisme bertahan hidupnya sangat terlihat, seperti bagaimana menghemat air atau bagaimana memanfaatkan lahan," tutur Giri. Bungin hanya memiliki luas 8 hektar dan dihuni lebih dari 2.800 jiwa.
    Pulau ini kerap disebut sebagai "pulau buatan manusia". Karena itu, luas pulau akan selalu bertambah seiring waktu. Asal-mulanya adalah hukum adat tentang perkawinan warga Bungin.
    Tentang hukum perkawinan ini juga menarik. Hukum adat tersebut menetapkan syarat mutlak untuk pasangan yang hendak menikah. Mereka harus mengumpulkan batu karang untuk ditumpuk di sisi terluar pulau. Setelah lokasi terbentuk, mereka baru boleh menikah dan mendirikan rumah. Butuh waktu sekitar 6-7 bulan untuk proses pembangunan lokasi syarat perkawinan ini. Itulah sebabnya, luas Bungin selalu bertambah dari hari ke hari.
    Saking padatnya, tidak akan kita temukan padang rumput di pulau ini. Ini karena tekstur pulau batu karang Bungin yang tidak memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh, termasuk rumput. Bahkan, kambing-kambing yang merupakan hewan ternak utama di pulau ini, bertahan hidup dengan makanan yang tidak selazimnya, seperti kertas, kain, hingga plastik. Ya, kambing di Bungin makan kertas.
    Meskipun demikian, Bungin dikenal sebagai pulau kecil yang eksotis. Alamnya indah, khas pulau-pulau kecil di timur Indonesia. Selain merasakan sendiri kehidupan di Bungin, pulau yang dihuni oleh orang-orang Bajo ini masih kental dengan adat tradisional leluhurnya. "Hampir setiap hari, kita bisa menyaksikan ritual adat yang menarik dari orang-orang Bajo, seperti ritual kelahiran, pindah rumah, kematian, atau khitanan," ucap Giri.
  • Kepulauan Selayar
    Pernah dengar Takabonerate, taman nasional yang memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa? Letak Takabonerate ada di Kepulauan Selayar. Ia termasuk dalam wilayah kepulauan tersebut, bersama dengan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Pasimarannu, dan Pasilambena.

    Tepatnya, Kepulauan Selayar berada di Sulawesi Selatan. Ibukotanya adalah Kota Benteng. Selayar terdiri dari gugusan pulau yang jika ditotal-total berjumlah 130; 7 pulau di antaranya kadang-kadang tenggelam saat laut pasang.

    Lucia Nancy merekomendasikan Selayar dengan dasar alasannya sendiri. Menurut perempuan yang biasa dipanggil Uci ini, Selayar sangat lengkap, tidak melulu wisata alam. "Entah kenapa, semakin ke timur Indonesia, pulau-pulau atau pantainya semakin bagus. Airnya juga beda. Air laut di barat enggak ada yang turquoise," tutur Uci.

    Dan ya, Selayar memiliki daya tarik lain selain keindahan alamnya. Ia menyimpan banyak sekali titik wisata sejarah dan budaya. Seperti, Perkampungan Tua Bitombang, Gong Nekara, Benteng Bontobangun, Rumah Adat Batangmata, sampai Kuburan Tua Silolo.

Popular Posts