tulisan ini merupakan bagian dari buku
"9 Pengabdi Seni Menuju Keabadian. Inspirasi dari 9 Seniman Asli Bali"
terbitan PT. Bakrie Telecom, Tbk
Tulisan dan Foto oleh Yudi Febrianda
"9 Pengabdi Seni Menuju Keabadian. Inspirasi dari 9 Seniman Asli Bali"
terbitan PT. Bakrie Telecom, Tbk
Tulisan dan Foto oleh Yudi Febrianda
Desa adat Bambang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli menjadi lebih dikenal masyarakat luas di Bali dengan hadirnya seorang seniman tabuh gender bernama I Dewa Gede Negara. I Gede Dewa Negara yang lahir, besar dan hingga kini tinggal di desa tersebut bersama istrinya, Made Tirta, sampai saat ini masih aktif dalam kegiatan kesenian, khususnya seni tabuh gender, dan kegiatan pertukangan serta bertani. Usia nya yang sudah 80 tahunan sepertinya tidak berhasil mengurangi semangat hidup I Gede Dewa Negara. Anaknya yang berjumlah 5 (lima) orang sedari kecil sudah terbiasa dengan kegiatan kesenian sang ayah, bahkan beberapa anaknya juga terbiasa terlibat dalam kegiatan tersebut dan 3 orang diantaranya saat ini telah turut melestarikan budaya Bali yaitu I Dewa Gede Darmawan (undagi/pembuat pengusung jenazah), I Dewa Gede Darmayasa (seni tabuh) dan Dewa Ketut Kadiri (seni ukir).




